KLASIFIKASI& KODING TINDAKAN GIGI DAN MULUT BERDASARKAN ICD-9-CM 23-27 OPERATIONS OF THE MOUTH 23. Removal and restoration of teeth 23.01 ekstraksi gigi deciduous 23.09 ekstraksi gigi lainnya 23.11 penghapusan sisa akar 23.19 bedah lainnya ekstraksi gigi 23.2 restorasi gigi dengan mengisi 23.3 restorasi gigi dengan tatahan 23.41 aplikasi mahkota
KELOMPOKKelompok PENYAKIT GIGI DAN MULUT K00 Gangguan Pertumbuhan dan erupsi gigi K00.0 Anodontia K00.3 Mottled teeth K01 Embedded and impacted teeth K02 Karies gigi K02 Dental caries K02.0 Caries limited to enamel K02.1 Caries of dentine K02.2 Caries of cementum K03.0 Excessive attrition of teeth K03.1 Abrasion of teeth K03.2 Erosion of teeth K03.4 Hypercementosis K03.5 Ankylosis of teeth K03.7 Perubahan warna Posteruptive jaringan keras gigi K03.8 Ditentukan lain penyakit jaringan keras
KLASIFIKASI& KODING TINDAKAN GIGI DAN MULUT BERDASARKAN. ICD-9-CM 23-27 OPERATIONS OF THE MOUTH. 23. Removal and restoration of teeth. 23.01 ekstraksi gigi deciduous 23.09 ekstraksi gigi lainnya 23.11 penghapusan sisa akar 23.19 bedah lainnya ekstraksi gigi 23.2. restorasi gigi dengan mengisi. 23.3. restorasi gigi dengan tatahan. 23.41. aplikasi mahkota
9K.02.62 KARIES DENTIN PADA PERMUKAAN HALUS GIGI 25 K.12.00 STOMATITIS APHTOSA RECURENT (SAR) 10 K.02.8 KARIES PROFUNDA DGN PULPA TERBUKA PD GIGI VITAL 26 K.12.04 TRAUMATIC ULCER. 11 K.03.0 ATRISI GIGI 27 K.13.0 ANGULAR CHEILITIS. 12 K.03.1 ABRASI GIGI 28 S.02.50 FRAKTUR EMAIL GIGI.
KesesuaianDiagnosa Penyakit dengan Tindakan Perawatan sesuai dengan ICD-10 dan ICD-9CM Kode Penyakit Tindakan Perawatan ICD-9 CM K00 1. Dental examination 2. Pencabutan gigi permanen 3. pencabutan gigi decidui 4. Pencabutan sisa akar K01 1. Dental examination 2. Xray 3. Pencabutan gigi K02 1. Dental examination 2. Tumpat 3. PSA 4. DHE 5. Devitalisasi 6.
2301 Extraction of deciduous tooth ( Pencabutan gigi anak ) 23.09 Extraction of other tooth ( Cabut Gigi) Extraction of tooth NOS. 23.1 Surgical removal of tooth ( Pencabutan gigi dengan pembedahan) Separasi. 23.11 Removal of residual root ( pencabutan akar terpendam) 23.19 Other surgical extraction of tooth ( Impacted )
vZpYY. 50% found this document useful 2 votes11K views4 pagesDescriptionKode Icd 10 Gigi&MulutCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsXLSX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?50% found this document useful 2 votes11K views4 pagesKode Icd 10 Gigi&MulutJump to Page You are on page 1of 4 You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Uploaded byYayan Septian 100% found this document useful 6 votes19K views6 pagesDescriptionfdgffccgggCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document100% found this document useful 6 votes19K views6 pagesKode Tindakan ICD 9 CMUploaded byYayan Septian DescriptionfdgffccgggFull descriptionJump to Page You are on page 1of 6Search inside document You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
KODE ICD-10 UNTUK GIGI & MULUT KODE 23 1 23 2 23 9 23 11 23 19 23 49 24 99 K00 K00 K00 K00 K00 K00 K00 K00 K00 K00 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 K01 K01 0 1 K02 K02 K02 K02 K02 K02 K02 0 1 2 3 4 8 9 K03 K03 K03 K03 K03 K03 K03 K03 K03 K03 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 K04 K04 K04 K04 K04 K04 K04 K04 K04 0 1 2 3 4 5 6 7 8 K04 9 K05 K05 K05 K05 0 1 2 3 DIAGNOSA Extraction of deciduous tooth Restoration of tooth by filling Extraction of other tooth Removal of residual tooth Other surgical extraction of tooth Other dental restoration Scalling Disorders of tooth development & eruption Anodontia Supernumerary teeth Abnormalities of size and form of teeth Mottled teeth Disturbances in tooth formation Hereditary disturbances in tooth eruption Disturbances in tooth eruption Teething syndrome Other disorders of tooth development Disorders of tooth development,unspecified Embedded and impacted teeth Embedded teeth Impacted teeth Dental caries Caries limited to enamel Caries of dentine Caries of sementum Arrested dental caries Odontoclasia Other dental caries Dental caries, unspecified Other diseases of hard tissue of teeth Excessive atrition of teeth Abrasion of teeth Erosion of teeth Pathological resorption of teeth Hypercementosis Ankylosis of teeth Deposits accretions of teeth Posteruptive colour changes of dental hard tissue Other specified diseases of hard tissues of teeth Disease of hard tissue of teeth, unspecified Diseases of pulp and periapical tissues Pulpitis Necrosis of pulp/tooth gangren Pulp degeneration Abnormal hard tissue formation in pulp Acute apical periodontitis of pulpal origin Chronic apical periodontitis Periapical abscess with sinus Periapical abscess without sinus Radicular cyst Other and unspecified disease of pulp and periapical tissue Gingivitis and periodontal diseases Acute gingivitis Chronic gingivitis Acute periodontitis Chronic periodontitis K05 K05 K05 4 5 6 K06 K06 0 1 K06 8 K07 K07 K07 K07 4 6 8 9 K08 1 K08 3 Periodontosis Other periodontal disease Periodontal disease, unspecified Other disorders of gingiva & edentulous ridge Gingival recession Gingival enlargement Other specified disorders of gingiva and edentulous alveolar ridge Dentofacial anomalies including malocclusion Malocclusion, unspecified Temporomandibular Joint Disorders Other dentofacial anomalies Dentofacial anomalies,unspecified Other disorders of teeth & supporting structures Loss of teeth due to accident, extraction, or local periodontal disease Retained dental root 0 UNTUK GIGI & MULUT KETERANGAN Cabut gigi sulung Tambal gigi Cabut gigi dewasa Pencabutan sisa akar gigi Pencabutan dengan pembedahan yang lain Penambalan gigi yang lain Pembersihan karang gigi Karies enamel Karies dentin Karies sementum Atrisi gigi Abrasi gigi Erosi gigi Resorbsi patologis gigi Hipersementosis Ankilosis Pulpitis radang pulpa akut & kronis Nekrosis pulpa/gangren pulpa/gangren radiks Gingivitis akut Gingivitis kronis TARIF
Pesquisa por CID10 <- Pesquise na Classificação EstatĂstica Internacional de Doenças e Problemas Relacionados Ă SaĂșde - CID 10 Tipo Pesquisar por cĂłdigo da doença Pesquisar por nome da doença Pesquisa VocĂȘ estĂĄ em Inicial CID10 - Doença do aparelho digestivo, sem outra especificação Resultados encontrados 1CID 10 - Doença do aparelho digestivo, sem outra especificação Voltar Topo
Pelayanan kedokteran ini bersifat paripurna yaitu bersifat promotif, preventif kuratif, dan rehabilitatif serta berkesinambungan. Sesuai dengan KMK Nomor 62 2015, seorang dokter gigi diharapkan mampu memberikan pelayanan untuk semua jenis layanan kesehatan gigi dan mulut sesuai dengan kompetensinya, namun belum semua penyakit gigi dan mulut yang menjadi kompetensi dokter gigi dapat menjadi paket manfaat dalam JKN karena adanya keterbatasan. Jenis penyakit gigi dan mulut telah diberikan kode tersendiri dengan menggunakan kode international classification of disease 10 ICD-10 , misalnya untuk karies dentin diberikan kode K02, penyakit pulpa dan jaringan periapikal dengan kode K04, gingivitis dan penyakit periodontal dengan kode K05 dan lain sebagainya, sedangkan tindakan perawatan yang dilakukan dokter gigi harus sesuai dengan ICD-9CM, berikut adalah tabel kesesuaian diagnosa penyakit dengan tindakan perawatannya Tabel 1. Kesesuaian Diagnosa Penyakit dengan Tindakan Perawatan sesuai dengan ICD-10 dan ICD-9CM Kode Penyakit Tindakan Perawatan ICD-9 CM K00 1. Dental examination 2. Pencabutan gigi permanen 3. pencabutan gigi decidui 4. Pencabutan sisa akar K01 1. Dental examination 2. Xray 3. Pencabutan gigi K02 1. Dental examination 2. Tumpat 3. PSA 4. DHE 5. Devitalisasi 6. Pulpektomi Lanjutan tabel 1 K03 1. Dental examination 2. Tumpat 3. Inlay 4. DHE 5. TAF 6. Scalling K04 1. Tumpat 2. PSA 3. Devitalisasi 4. Xray 5. Pencabutan gigi 6. Incisi 7. Premedikasi K05 1. Dental examination 2. Scalling 3. Incisi 4. Debridemen 5. Plaque removal K06 â K07 1. Xray 2. Perawatan Orthodontic K08 1. Pencabutan gigi 2. Pencabutan sisa akar 3. Denture K09 â K10 â K11 â K12 1. Dental examination K13 â K14 â Sumber KMK Nomor 62 2015 Pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang dapat dilayani dengan menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional sesuai dengan surat edaran BPJS Kesehatan nomor 011 2014 adalah administrasi pelayanan, meliputi biaya administrasi pendaftaran peserta untuk berobat, penyedia dan pemberi surat rujukan lanjutan untuk penyakit yang tidak dapat ditangani di fasilitas tingkat pertama; pemeriksaan, pengobatan, konsultasi medis; premediaksi; kegawatdaruratan oro-dental; pencabutan gigi sulung topikal, infiltrasi; pencabutan gigi permanen tanpa penyulit; tumpatan komposit atau GIC. Pelayanan kedokteran gigi yang tidak dapat dilayani menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional antara lain pelayanan kesehatan yang dilakukan tanpa melalui prosedur sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku; pelayanan kesehatan yang dilakukan di fasilitas kesehatan yang tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, kecuali dalam keadaan darurat; pelayanan kesehatan yang dilakukan di luar negeri; pelayanan kesehatan untuk tujuan estetik; pelayanan meratakan gigi orthodonsi; biaya pelayanan lainnya yang tidak ada hubungan dengan manfaat jaminan kesehatan yang diberikan BPJS Kementerian Kesehatan,2014 Prinsip dari pelayanan kedokteran gigi primer antara lain a. Kontak pertama Dokter gigi sebagai pemberi pelayanan yang pertama kali ditemui pasien dalam masalah kesehatan gigi dan mulut. b. Layanan bersifat pribadi personal care. Adanya hubungan yang baik dengan pasien dan seluruh keluarganya akan memberi peluang dokter gigi untuk memahami masalah pasien secara lebih luas. c. Pelayanan paripurna comprehensive Dokter gigi memberikan pelayanan menyeluruh dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan promotif, pencegahan penyakit preventif, penyembuhan kuratif, dan pemulihan rehabilitative , dengan demikian pelayanan kesehatan gigi akan berorientasi pada paradigm sehat. d. Paradigma sehat Dokter gigi mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan mereka sendiri. e. Pelayanan berkesinambungan continous care Prinsip ini yang melandasi hubungan jangka panjang antara Dokter gigi dan pasien dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang berkesinambungan dalam bebereapa tahap kehidupan pasien. f. Koordinasi dan kolaborasi Dokter gigi di fasilitas kesehatan tingkat pertama perlu berkonsultasi dengan disiplin lain, merujuk ke spesialis dan memberikan informasi yang sejelas âjelasnya kepada pasien, untuk mengatasi masalah pasiennya. g. Family and community oriented Dokter gigi di fasilitas kesehatan tingkat pertama mempertimbangkan kondisi pasien terhadap keluarga tanpa mengesampingkan pengaruh lingkungan sosial dan budaya setempat. Kementerian Kesehatan,2014. 4. Fasilitas Pelayanan Kesehatan Fasilitas pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan, baik promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitative yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan atau masyarakat Permenkes Nomor 75, 2014. Berdasarkan Permenkes Nomor 6 2013, untuk menyelenggarakan suatu upaya pelayanan kesehatan diperlukan suatu fasilitas pelayanan kesehatan. Fasilitas pelayanan kesehatan terdiri dari a. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, merupakan tempat diselenggarakannya upaya pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah, danatau masyarakat. Fasilitas pelayan kesehatan ini hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar saja, fasilitas ini meliputi puskesmas, rumah sakit kelas D pratama, klinik pratama, praktik dokter, dan praktik dokter gigi Permenkes , 2013, b. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat kedua, merupakan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dasar dan pelayanan kesehatan spesialistik, c. Fasilitas pelayanan kesehatan tingkat ketiga, merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan dasar, spesialistik, dan sub-spesialistik. d. Jumlah dari fasilitas pelayanan kesehatan di setiap daerah berbedaâ beda jumlah dan jenisnya tergantung kebijakan dari pemerintah daerah tersebut. Jumlah dan jenis fasilitas kesehatan tiap daerah ditentukan berdasarkan luas wilayah, kebutuhan kesehatan, jumlah persebaran penduduk, pola penyakit, pemanfaatan, fungsi sosial, dan kemampuan dalam memanfaatkan teknologinya UU Nomor 36, 2009. Berdasarkan Permenkes Nomor 71 2013, fasilitas kesehatan yang
kode icd 9 cabut gigi